Saran dan Kritik sampaikan ke email kami : admin@smpn8cimahi.sch.id & admin@smpn8cimahi.com

PENTAS SENI


Pemindaian Lembar Jawaban UN Tak Mengenal Libur

Dua hari setelah ujian nasional (UN) tingkat SMP dan sederajat selesai dilaksanakan, seluruh lembar jawaban komputer ujian nasional (LJKUN) sudah masuk ke Balai Pelatihan dan Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan (BPPTKPK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. LJKUN yang terdiri dari pelajaran Bahasa Indonesa, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat itu kini sedang dalam proses pemindaian.

Menurut BPPTKPK Disdik Jabar Drs. Yesa Sarwedi yang dihubungi via telepon selulernya, Sabtu (28/4), proses pemindaian lembar jawaban dilakukan secara maraton dan tak mengenal hari libur. "Proses pemindaian tidak mengenal hari libur. Hari Sabtu dan Minggu jalan terus tanpa henti. Hingga saat ini sudah mencapai 30 - 40 persen," katanya.

Dikatakannya, proses pemindaian lembar jawaban UN SMP dan sederajat dilaksanakan di Gedung BPPTKPK Disdik Jabar, Jln. Cikutra Bandung. Untuk memindai sekitar 2,5 juta lembar jawaban UN SMP, kata Yesa, panitia menyediakan 20 unit mesin atau komputer pemindai. Ke-20 komputer pemindaian ini dioperasikan oleh 20-40 operator.

"Mereka adalah orang Dinas Pendidikan Jabar dan tenaga kontrak bersama 60 orang petugas penyortir LJKUN SMP yang masuk ke BPPTKPK," ujarnya.

Dikatakannya, oleh petugas, LJKUN langsung disortir berdasarkan mata pelajaran, sekolah, dan kebupaten/kota. "Yang paling lama adalah menyortir LJKUN SMP, karena petugas harus menyesuaikan LJKUN dengan nama peserta dan nama sekolah. Setelah itu baru dilakukan pemindaian," tandasnya.

Hingga saat ini, kata Yesa, petugas belum menemukan LJKUN SMP dalam bentuk fotokopi, walaupun dalam prosedur operasional standar (POS) UN diperbolehkan dalam keadaan darurat, LJKUN SMP bisa difotokopi oleh sekolah penyelenggara apabila keadaan darurat atau kekurangan LJKUN. "Belum ada laporan LJKUN SMP hasil fotokopian," tandasnya.

Yesa menyebutkan, proses pemindaian LJKUN SMP bisa selesai sekitar dua minggu atau paling lambat 20 hari kerja. "Namun, saya targetkan pemindaian bisa selesai dalam dua minggu. Sisanya, kita membereskan LJKUN yang masih bolong-bolong," tandasnya.

Dijelaskannya, hasil pemindaian kemudian diserahkan ke Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) atau pusat untuk diberikan skoring atau nilai. Setelah itu, diserahkan kembali ke Disdik Jabar, tiga hari menjelang pengumuman untuk dicetak surat keterangan lulus (SKL) atau surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) dan dibagikan ke kabupaten/kota.

"Dinas Pendidikan Jabar tidak berhak memberikan skor atau nilai terhadap LJKUN SMP. Yang berhak adalah BNSP atau pusat," tandasnya.

source : www.klik-galamedia.com