Saran dan Kritik sampaikan ke email kami : admin@smpn8cimahi.sch.id & admin@smpn8cimahi.com

PENTAS SENI


BOS Belum Bisa Cair, 20 Sekolah Belum Serahkan SPTJB

Sekitar dua puluh dari 271 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama penerima bantuan operasional sekolah (BOS) di Kota Cimahi masih belum menyerahkan surat pernyataan pertanggungjawaban belanja (SPTJB). Akibatnya, dana BOS triwulan kedua 2011 yang sudah dipersiapkan sejak minggu kedua April belum bisa dicairkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi.

Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Cimahi Zaeni Anwar menegaskan, pihaknya sudah sejak pertengahan April lalu menawarkan solusi lewat SPTJB agar BOS triwulan kedua dari APBN dan APBD Kota Cimahi segera cair. Pasalnya, pihak sekolah sampai saat ini memang masih terkendala dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) serta surat pertanggungjawaban (SPJ).

“Dengan mekanisme baru, pihak sekolah memang masih beradaptasi dalam pembuatan RKA dan SPJ yang lebih terinci. Untuk itu kami tawarkan solusi SPTJB sebagai pengganti sementara,” ujar Zaeni ketika ditemui Selasa (5/3).

Kendati demikian, tambah Zaeni, hingga saat ini masih belum semua sekolah menyerahkan SPTJB ke Disdikpora. Padahal, berdasarkan perkiraan sebelumnya, semua sekolah bisa menyelesaikan dan menyerahkan SPTJB di awal minggu keempat April.

Hal ini tentu saja tidak hanya berdampak negatif bagi pemkot Cimahi yang menjadi terkesan lambat dalam pencairan BOS. Namun, juga merugikan sekolah lain yang sudah lebih dulu menyerahkan SPTJB. Pasalnya, mereka tentu membutuhkan dana tersebut untuk operasional sekolah. Terlebih untuk SD yang akan melaksanakan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) pada 8 Mei 2011 mendatang.

Zaeni berharap, dalam minggu ini dua puluh sekolah yang tersisa bisa segera menyerahkan SPTJB mereka ke Disdikpora. Dengan begitu, pencairan BOS triwulan kedua tidak perlu mundur lagi. “Kami juga tidak mau dinilai lambat mencairkan, karena sudah sejak pertengahan April dana siap dicairkan. Apalagi pada 2012 nanti, segala bentuk keterlambatan akan menyebabkan sanksi bagi pemkot,” ujarnya.

Di sisi lain, Bendahara SDN Melong Mandiri 2 Shodikin mengatakan, saat ini pihak sekolah menyiasati kebutuhan menjelang UASBN dengan pinjaman dari para guru. Sama seperti sekolah lain, kata Shodikin, SDN Melong Mandiri 2 juga terkendala mekanisme peraturan baru pelaporan keuangan. Namun, pihaknya menyambut baik solusi yang diberikan Disdikpora lewat SPTJB sebagai pengganti RKA dan SPJ sementara.

“Kami belum menyelesaikan SPJ, tetapi RKA dan SPTJB beres dan sudah diserahkan. Ternyata belum bisa cair juga karena masih ada yang belum menyerahkan,” ujarnya.

Shodikin memaklumi kesulitan yang dialami sekolah lain dalam penyusunan RKA dan SPJ. Namun, tidak ada alasan kuat untuk memperlambat penyerahan SPTJB. Ia berharap, sekolah lain juga segera menyerahkan SPTJB agar BOS Triwulan kedua segera bisa dicairkan Disdikpora.

source : www.pikiran-rakyat.com