Saran dan Kritik sampaikan ke email kami : admin@smpn8cimahi.sch.id & admin@smpn8cimahi.com

PENTAS SENI


Biogas dapat Mengurangi Limbah Ternak

Penggunaan kompor biogas menjadi alternatif untuk mengatasi mahalnya harga bahan bakar minyak saat ini. Selain itu, penggunaan biogas dapat juga mengurangi limbah ternak karena bahan bakunya berasal dari kotoran sapi.

“Target utama pembuatan reaktor biogas adalah peternak sapi karena memiliki sumber energi yang cukup,” kata Biogas Promotion and Extension Officer Indonesia Domestic Biogas Programme, Deni Suharyono seusai peresmian Rumah Biogas di RT 01/09, Kampung Paratak Kaum, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (19/5).

Deni mengungkapkan, kotoran yang dikeluarkan tiga ekor sapi dalam sehari bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang dapat digunakan selama enam jam. Menurut dia, gas yang dihasilkan dari proses fermentasi itu juga lebih aman dibandingkan dengan gas tabung biasa.

“Dijamin tidak akan terjadi ledakan. Bahkan, penggunaan biogas secara optimal setara dengan 10 kali tabung gas elpiji tiga kilogram,” ucapnya.

Reaktor biogas memiliki enam komponen, yaitu saluran masuk atau inlet, reaktor ruang penguraian anaerob, penampung gas ruang penyimpanan, saluran keluar, sistem pengangkut gas, dan lubang endapan. Dengan hanya memasukan 50 kilogram kotoran sapi dicampur 50 liter air per hari, biogas yang dihasilkan dapat digunakan hingga berjam-jam.

Program reaktor biogas ini, menurut Deni, merupakan hasil kerja sama antara lembaga swadaya masyarakat (LSM) Hivos dari Belanda, dan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di Indonesia biogas baru tersedia di tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Source : www.pikiran-rakyat.com