Saran dan Kritik sampaikan ke email kami : admin@smpn8cimahi.sch.id & admin@smpn8cimahi.com

PENTAS SENI


Guru Mengajar Adalah Biasa Tetapi Guru Menulis Adalah Luar Biasa

SEANDAINYA SEMUA ORANG MEMILIKI KECERDASAN YANG SAMA DALAM MENULIS, KESABARANLAH  YANG AKAN MEMBUAT ENGKAU BERBEDA 
(Mohamad Fauzil Adhim )

Tulisan ini diawali dengan kata penggugah dari seorang penulis berpengalaman dengan karya karya yang paling banyak dicari, Muhammad Fauzil Adhim, sesuai dengan judul bukunya yang sangat inspiratif  bagi para penulis maupun para calon penulis, inspiring words writers  (2005). Untaian kata kata yang tersusun rapi pada setiap halaman buku mungil tersebut diyakini akan dapat menyihir pembacanya sehingga tergugah semangat dan hasrat menulis.

Menulis, tak terkecuali bagi seorang guru adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran. Tak ada resep yang lebih baik untuk menjadi penulis,tak ada pula orang yang terlahir dengan bakat menulis, kecuali sebuah tekad dan semangat yang kuat untuk memulainya,Kapan? sekarang.karena tak ada hari besok jika kita tidak memulainya hari ini.

Sebagian kendala yang dialami para guru dalam menulis adalah KEENGGANAN  MEMULAINYA. Oleh karena itu, GAGASAN sebaik apapun sering mengalami kebuntuan saat dituangkan  dalam tulisan karena sibuk memikirkan bagaimana membuat draf. Padahal mengawali tulisan adalah gagasan cetusan yang terbaik.

Adapun GURU yang  beralasan TAKUT GAGAL, tak ada hasrat dan inspirasi untuk menggoreskan ujung penanya atau segera merangkai kata kata dengan menekan huruf pada papan ketik (keyboard) komputernya. Inilah fenomena kebanyakan guru yang akhirnya mengalami kandas mewujudkan tulisannya. Sementara itu sebagian guru yang lainnya memanfaatkan kegagalannya  sebagai sebuah energi tambahan untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan

Inspirasi menulis tak kunjung datang pun dijadikan alasan ,padahal inspirasi ibarat sinar matahari. Ia tak pernah berhenti menyinari dan  mengalir ke benak-benak yang siap menerima. Akan tetapi ada kalanya inspirasi itu  terhalang masuk ke jiwa kita sehingga membutuhkan jendela jendela agar sinar matahari dapat menerpa masuk.

Guru guru dimasa kini maupun masa mendatang akan terus dihadapkan  kepada berbagai tuntutan dan tantangan agar lahirnya sebuah kreatifitas. kegiatan menulis, bagi seorang GURU adalah   BAGIAN DARISEBUAH KREATIFITAS, SEBUAH UNGKAPAN JUJUR DAN OBYEKTIF SERTA EKSPRESIF BUAH PIKIRAN SECARA LISAN MENYANGKUT PERNAK PERNIK DARI PROFESI YANG DIJALANINYA.

Patut disyukuri bahwa pemerintah telah membuka lahan yang cukup luas bagi tumbuhnya  kreatifitas menulis guru guru yang dikaitkan Dengan perolehan angka kredit untuk keperluan kenaikan pangkat. Dengan demikian,setiap tetes tinta yang digoreskan  guru adalah  perubahan peradaban ,karena didalamnya terkandung maksud bahwa buah pikiran yang dilahirkan guru merupakan sebuah INOVASI BAGI PERBAIKAN PROSES ATAU KEGIATAN PEMBELAJARAN SECARA BERKESINAMBUNGAN.

Banyak media massa yang menyediakan lahan tulisan untuk guru, seperti Forum guru, dalam surat kabar PR, Seperti halnya sebuah lagu yang akhir akhir ini disukai oleh masyarakat, sehingga setiap nada dan liriknya mudah dihafalkan dan sangat sederhana.

Demikian halnya tulisan yang ditulis dengan baik adalah tulisan yang mampu menyederhanakan persoalan yang rumit bukan sebaliknya, memperumit  persoalan yang sederhana,
MAKA SAATNYA GURU MENULIS JIKA HANYA MENGAJAR, ITU BIASA TETAPI MENULIS ITU LUAR BIASA.  (Liesye SE.S.Pd.)